Kekuatan dari usaha kami :
Kami menyediakan barang - barang import asli dari eropa dan amerika, tidak ada barang yangg tidak asli karena kami mengontak langsung dari sebuah factory outlet dunia yg menyediakan pakaian asli tanpa ada pihak ketiga, barang2nya pun sangat awet dan harga standart dengan harga pasar dunia.
Kelemahan dari usaha kami :
Usaha kami menggunakan via internet (online) jadi apabila barang yang anda inginkan habis / belum tersedia di mohon untuk menunggu kiriman dari pusat, apabila barang sudah sampai kami akan menghubungi anda.
Peluang dari usaha kami :
Kami melihat sangat jarangnya terdapat outlet di jogjakarta dan sekitarnya yang menyediakan pakaian dengan kualitas dan jaminan keasliannya terjamin maka kami memang sengaja untuk menyediakannya untuk anda.
Ancaman dari usaha kami :
Mungkin ancaman itu bisa datang kapan saja, baik dari jasa pengiriman yang salah alamat, baik dari pelanggan itu sendiri yg membatalkan pesanannya, maupun dari keterlambatan kedatangan barang yang tidak sesuai jadwal.
Jumat, 19 Maret 2010
Visi dan Misi :
1. Menjaga kualitas barang yg kami tawarkan
2. Membuat pelanggan percaya dengan kami
3. Mengembangkan usaha kami yg dirilis dari bisnis online menjadi bisnis yg nyata.
KAMI AKAN MELAYANI ANDA DENGAN SENYUMAN DAN BARANG YANG AKAN ANDA PAKAIPUN AKAN MENGHASILKAN SENYUMAN DARI ORANG LAIN ! !
2. Membuat pelanggan percaya dengan kami
3. Mengembangkan usaha kami yg dirilis dari bisnis online menjadi bisnis yg nyata.
KAMI AKAN MELAYANI ANDA DENGAN SENYUMAN DAN BARANG YANG AKAN ANDA PAKAIPUN AKAN MENGHASILKAN SENYUMAN DARI ORANG LAIN ! !
Pasar Yang Kami Bidik
1. Dikalangan anak muda
2. Dikalangan pelajar sekolah SMP maupun SMA
3. Dikalangan mahasiswa-mahasiswi
4. Dikalangan artis
5. Dikalangan anak band
2. Dikalangan pelajar sekolah SMP maupun SMA
3. Dikalangan mahasiswa-mahasiswi
4. Dikalangan artis
5. Dikalangan anak band
Strategi Pemasaran
Tips promosi yang cerdas & jitu :
* Penyebaran brosur di kawasan strategis.
* Iklan gratis di internet, terutama di berbagai blog.
* Promosi dari mulut ke mulut.
* Beriklan di katalog-katalog clothing kolektif.
* Pasang iklan di berbagai media indie.
* Membuat dan menyebarkan katalog sendiri.
* Memasang barter promosi dengan para penyelenggra konser musk indie.
* Memakai T-shirt buatan sendiri atau menjadikan tubuh kita sebagai mobile advertising board.
* Penyebaran brosur di kawasan strategis.
* Iklan gratis di internet, terutama di berbagai blog.
* Promosi dari mulut ke mulut.
* Beriklan di katalog-katalog clothing kolektif.
* Pasang iklan di berbagai media indie.
* Membuat dan menyebarkan katalog sendiri.
* Memasang barter promosi dengan para penyelenggra konser musk indie.
* Memakai T-shirt buatan sendiri atau menjadikan tubuh kita sebagai mobile advertising board.
Kesimpulan
Distro bukan hanya sebuah gerai yang memenuhi persoalan dan kebutuhan akan fashion generasi muda di perkotaan, akan tetapi distro beserta clothing companynya membentuk konsumernya menjadi bagian yang membentuk sebuah gaya hidup baru bagi generasi muda di perkotaan. Ideologi awal yang merupakan counter attack dari budaya impor melalui produk-produk clothing tersebut kini bisa dikatakan sukses dalam memberikan pengaruh yang sangat besar kepada generasi muda masa kini.
Kesuksesan tersebut dapat dilihat secara jelas, bahwasanya hampir keseluruhan generasi muda perkotaan sekarang memiliki produk distro dan tidak luput dari tangkapan media. Para pengisi acara televisi, mulai dari pembawa acara segmentasi anak muda, vj musik, artis sinetron dan group musik popular hampir keseluruhan mengenakan produk distro. Dengan demikian bisa dikategorikan bahwa gaya hidup distro yang identik dengan komunitas indie yang anti-mainstream bergeser menjadi selera massa (mass taste).
Kesuksesan tersebut dapat dilihat secara jelas, bahwasanya hampir keseluruhan generasi muda perkotaan sekarang memiliki produk distro dan tidak luput dari tangkapan media. Para pengisi acara televisi, mulai dari pembawa acara segmentasi anak muda, vj musik, artis sinetron dan group musik popular hampir keseluruhan mengenakan produk distro. Dengan demikian bisa dikategorikan bahwa gaya hidup distro yang identik dengan komunitas indie yang anti-mainstream bergeser menjadi selera massa (mass taste).
Langganan:
Postingan (Atom)